Feed on
Posts
comments

I feel that my English become worst and worst after I am going back to Indonesia >.

Good Leader

Could you lead the people?

Becoming a good leader is a very difficult task. I know I am still far… far away to become a good leader, but indeed I am trying to be one. I think three main aspects to become a good leader is: Knowledge, Experience, and Commit (Entrust).

You need to have knowledge about the thing you are going to lead. For example: in a construction project, you need to have civil engineering/architecture background. In factory, you might need industrial or chemical or mechanical engineering background. This knowledge might not come from formal education only. You could learn it by yourself, from books, journals, experts, or maybe from your own experiences.

Experience. No doubt, to become a good leader you need to have a good experience. Like I said before, experiences could also become a good knowledge for you. The simplest way to make your experience become a good experience and soon become a good knowlege is “Learning by Doing”. By that I mean: you need to remember that everything that you are doing right now is the process for you to learn something new.

Best Leader/Captain

The last is the most difficult part is commit. Making other people commit/entrust you fully is the most difficult job, especially if you are younger or maybe newer (recently join to a company) or maybe you have lower rank/place in the company structure. It is main key of the art of leadership. You do not need to become Project Manager first to become a good leader.

Team Work

 A good leader is someone that can unite all of the people and make them work together in a good teamwork.

For me, generally, like I said before I am far.. far away from a good leader. Sometimes I feel that sometimes my commands or my opinions was not heard by some people because I am younger than them and less experience. But I think, slow but sure, I am learning to be a good leader, in my job also in my family..

“The fear of God is the beginning of knowledge;But the foolish despise wisdom and instruction.”

Life is a puzzle

 

Pulang dari studi di Taiwan, aku membawa pulang 2 PR besar, pertama: puzzle 3D dari mantan gedung tertinggi di dunia “Taipei 101” (tahun 2007 tertinggi di dunia) dan kedua: puzzle dari lukisan terkenal Cina sebanyak 1,500 pieces lebih. Puzzle di sana keren2 dan bagus2, jadi aku pada waktu di Taiwan terpikir, ini dapat menjadi sebuah kenangan yang menarik. Ketika sampai di Indonesia dan aku bermaksud untuk merangkainya, ternyata kok susah banget ya dan lamaaaaaaaa… hehehe…

Satu demi satu potongan puzzle harus dirangkai untuk suatu gambar dan bentuk yang belum terbayang. Untung Tuhan kasih seorang penolong yang sepadan dalam hidup ku yaitu istriku, Christiana, hahaha… Dia telah membantuku menyelesaikan PR yang pertama dan sekarang dalam proses yang kedua (aku cm 1% berperan dalam pembuatannya, bahkan mgkn kurang hahaha).

 

Hidup ini kaya puzzle. Kita nga pernah tahu apa semua maksud yang terjadi saat sekarang (entah itu hal yang baik dan indah maupun hal yang menyakitkan dan pahit) sampai kita menyelesaikan semuanya. Sama seperti puzzle, kita nga pernah bisa tahu bagaimana gambar seutuhnya puzzle tersebut sampai kita meletakkan potongan terakhir puzzle pada tempatnya yang benar. Memang dalam proses penyelesaian puzzle tersebut ada beberapa guidance/petunjuk (tergantung jenis puzzle-nya) untuk dapat menyelesaikan puzzle tersebut, namun tetap saja kita tidak mampu melihat gambar yang sempurna dari hasil akhir gambar tersebut. Dalam hidup kita pun, Tuhan selalu memimpin kita (bagi yang mau dan rela dipimpin) dan petunjuknyaNya nyata melalui firman – firmanNya.

 

 

Banyak hal terjadi dalam hidupku pada 3 tahun terakhir ini. Banyak hal di luar rencana dan perkiraanku. Namun aku tahu itu semua dalam rencana dan pimpinan Tuhan atas hidupku. Pernikahanku memang baru berumur jagung, baru 2 bulan lebih 1 minggu an haha, tapi banyak hal telah terjadi dalam waktu yang begitu singkat. Banyak sekali pergumulan dan tantangan dalam hidup rumah tangga yang baru ini (menyambung sharing dari Nita nieh dan memenuhi janji kpd andhika untuk kembali menulis blog lagi hehehe).

Pergumulan akan pekerjaan. Banyak hal yang perlu saya pertimbangkan dalam bekerja. Kalau dulu, saya berpikir bahwa tidak masalah, dimanapun aku mau ditempatkan, seberapa keras dan seberapa banyak waktu harus aku pakai untuk bekerja, semuanya itu tidak lah masalah. Karena terkadang pekerjaan teknik sipil menuntut engineer untuk pergi ke pelosok2 dan lembur2. Yah namanya juga orang proyekan… hehehe… tapi sekarang tidak bisa lagi. Semua hal harus aku perhitungkan.

Pergumulan tersebut tidak berhenti disana saja. Seperti rantai, masalah tersebut berkaitan juga dengan masalah lain seperti bagaimana aku harus mencukupi biaya – biaya hidup rumah tangga yang semakin hari tidak semakin ringan tapi semakin berat. Sebenarnya untuk entry level seorang engineer, di Surabaya, sebenarnya sudah cukup (yah kurang2 dikit lah hahaha) tapi kalau untuk berumah tangga, wah >.

Terkait dengan masalah ini pula. Aku berpikir tentang tawaran untuk ke kampung halaman sang istri, Rengel – Tuban, untuk buka toko ataupun usaha lainnya. Karena rasanya lebih menjanjikan, dan aku berpikir bahwa mungkin setelah aku sukses di sini, aku bisa mengembangkan usahaku sesuai dengan impianku (bisa mbangun2 dw gt). Namun ketika aku mau rencana in lebih detil, banyak juga permasalahan – permasalahan yang timbul. Masalah – masalah ini semua sering membawa sedikit ketegangan di rumah tangga. Dan ini membawa masalah lain lagi buat aku. Istilah e menambah beban kerja untuk pikiranku hehehe…

Permasalahan ini menyambung lagi dengan keinginan kami untuk tidak menunda mempunya anak. Di mana jika mempunyai anak berarti terkait dengan biaya hidup yang makin meningkat. Bayangin aja, sekarang aja nga cukup apalagi ditambah lagi. Iki nama e wes tau nga cukup, mekso hahaha.. tapi aku inget juga sih, seluruh pengalaman hidupku mengatakan bahwa ketika tangan ku terangkat, Tuhan turun tangan. Salah satu contoh saja, beberapa bulan sebelum ini, aku bergumul untuk lulus S2, waktu itu, waktu sudah hampir habis dan thesisku nga kelar2 dan aku sadar bahwa aku memang yah gini2 aja lah. Dibilang pinter ya pinter, dibilang bodo yah sakjane ak bodo hahaha. Karena aku tahu bahwa aku bisa lulus itu aja, hanya karena campur tangan Tuhan dalam pengerjaannya. Thanks ya Tuhan.

Yah selama ini aku masih bisa bersyukur lah. Pengalaman – pengalaman dan didikan – didikan yang telah aku terima selama 25 tahun hidupku melalui keluarga, sekolah, kampus, teman – teman, gereja, persekutuan, seminar – seminar, dan sebagainya membuat aku kuat sampai sekarang dan menjadi kepala keluarga yang agak baik hahaha. Masih dalam proses terus sih soalnya… Namanya juga manusia, susah mau bener2 sempurna ^__^ anyway mari kita tetap berproses dan berusaha menjadi seseorang yang lebih baik lagi. God bless.

trillium

Hai para pembaca setia blog gue (narsis amat, emang ada apa yg baca hahaha). Maaf nieh sudah lama nga nulis… Bulan Januari 2008 kemarin merupakan hari yang paling berbahagia dalam dua tahun terakhir, karena selama dua tahun aku menanti nantkan hari tersebut. Ya benar, hari kelulusan ku dari NTUST dan yang tidak kalah penting aku juga dapat bertemu dengan pujaan hatiku, Christiana, ya dia datang ke taiwan untuk menemani aku sidang dan merayakan kelulusanku hehe. Akhirnya pula aku berhak memperpanjang namaku beberapa milimeter sehingga menjadi Abraham Sutanto, S.T.,M.Sc.Eng. keren ya? Hahaha

Nama sih boleh keren. Tapi, 2 bulan aku habiskan di Surabaya untuk mencari cari pekerjaan yang tepat dengan minat dan sesuai dengan klasifikasiku. Dan itu susah sekali. Akhirnya aku sampai pada pilihan yang berat yaitu memutuskan untuk kerja di Jakarta atau tetap di Surabaya (pada awal April 2008). Pada waktu itu aku sudah diterima di sebuah kontraktor yang boleh dikatakan salah satu kontraktor terbesar di Indonesia, PT. Wijaya Karya ato yang sering dikenal dengan Wika.

Dua hal yang utama yang menjadi pertimbanganku pada waktu itu adalah pertama biaya2 yang aku perlu keluarin kalo aku kerja di Jakarta dan kedua masalah salary yg bakal aku dapat. Kalau dilihat lihat dari dua faktor tersebut, sepertinya aku ke Jakarta itu hanya untuk bunuh diri saja. Lah wong gaji dan pengeluaran rencana untuk tinggal di jkt itu bisa aku bilang 0 ato bahkan bisa2 minus >.< terlebih lagi pada waktu itu aku belum menemukan tempat kerja yang cocok di Surabaya, walaupun pada waktu itu aku juga sudah mencoba untuk menghubungi boss lama ku dulu di Metropolis Apartment, Ir. Suwito, MM.

Trillium 5 hari sebelum keberangkatanku ke Jakarta aku berdoa, Tuhan jika engkau memang ingin aku berangkat ke Jakarta, Engkau akan membuatku tidak diterima oleh boss lamaku itu. Setelah itu, aku menelpon kembali pak Wito (panggilan ‘akrab’ dari boss lamaku itu hahaha), berusaha ‘menekan’ dan membujuk dia untuk segera mengambil keputusan untuk menerima saya atau tidak. Singkat cerita besoknya dia menelpon, tapi belum sempat ngomong apa2, eh dia memutuskan telepon dengan hanya bilang, eh maaf nanti saya telpon kembali. Wah bikin orang penasaran betul boss ini pikirku hahaha. Bikin orang bingung seribu keliling. Baru dua jam kemudian dia telpon kembali dan menyatakan aku diterima di proyek baru nya dia “TRILLIUM APARTMENT” dan menanyakan kapan aku mau masuk kerja dan aku bilang, ok aku masuk tanggal 11 April 2008.

Bekerja di sebuah proyek (TRILLIUM APARTMENT – Surabaya) yang cukup besar, 30 lantai dan 2 basement, merupakan sebuah kesempatan dan pengalaman yang cukup berharga menurutku. Aku rasa 5 tahun lagi mungkin aku sudah bisa jadi Project Manager (mimpi di siang bolong haha, eh sore sih, soal e aku menulis ini jam 16:50, 9 Mei 2008, di saat2 mau pulang dan kerjaan sudah terselesaikan hehe). Anyway, aku Cuma ingin bersyukur pada Tuhan karena aku percaya Dia telah dan masih dan selalu membimbing dan menuntun langkah hidupku ini.

Ada dua peristiwa yang cukup heboh yang akan terjadi di hidupku beberapa saat yang akan datang ini. Aku akan cerita di blog ini di kesempatan yang lain aja ya… hehehe… God bless you all…

2 hari lagi

Kok ndredeg banget ya (apa ya bahasa Indonesia e ndredeg haha)…

Tuhan tolong semoga engkau tenangkan diriku, sehingga aku bisa berbuat, berpikir dan berbicara dengan seluruh kemampuanku… Cuaca yang kurang mendukung ini (dingin banget… malah bikin grogi, dan berdebar2, ah ini bahasa indo e ndredeg hahaha) semoga tidak membuatku makin lemah namun engkau mau buat aku kuat…

Terima kasih, amin…

Are you busy today?

No_now_im_busy   Busy atau kalau dalam bahasa Indonesia ‘sibuk’ dan dalam bahasa Chinese (‘mang’). I want to share something from what I just got from one of my Taiwan friend from church. She teaches something about the word ‘busy’.

Di dalam karakter cina, kata busy () terdiri dari dua karakter untuk membentuk kata sibuk tersebut. Yang kiri mempunyai arti hati dan yang sebelah kanan mempunyai arti mati. Sungguh menarik bukan. Apalagi jika kita lihat kenyataan dunia sekarang.

Live in a big city we can always see people tend to be very busy all the time. Dan jika kita tidak ikut harus sibuk ini, we could be left behind. Saat ini sejak kecil kita sudah diharuskan belajar di sekolah dari pagi hingga sore. Belum ditambah les Inggris lah, Mandarin lah, piano lah, mungkin ada yang nari lah Busy_receptionist_1ato macam – macam lainnya lagi. Masuk usia remaja, makin banyak tanggung jawab dan permasalahan yang ada membuat kita sekali lagi harus selalu sibuk jika kita tidak ingin ‘tertinggal’. Mulai dari persiapan untuk masuk SMA ato SMP favorit lah hingga puncaknya berjuang untuk masuk di universitas – universitas favorit, dan jurusan yang favorit pula. Kalau di Surabaya, universitas macam Unair, ITS, Ubaya, UKP, dsbnya jadi sasaran utama para calon lulusan SMA baik negeri maupun swasta.

Lepas dari dunia sekolah, kita memasukin dunia kerja, dunia nyata. Is that meaning tBusy_mom_1hat our ‘job’ is finished? One big NO. Kita perlu kerja keras, banting tulang, demi mendapat sesuap nasi dan segenggam berlian hahaha. Jika tidak, there are a lot of people out there waiting to replace our position in the job. Alias, kita kudu ‘busy’ lagi. Apakah hidup kita kudu sibuk terus dengan berbagai macam urusan yang jelas dapat mematikan hati kita? Sehingga kita kadang kehilangan nilai2 kemanusiaan dan kekeluargaan. Kita jadi individualis dan tidak peduli orang lain.

Jawabnya tidak tentu kan. Moto kesukaanku: “busy but available”. Mari kita coba untuk tetap bekerja keras alias busy but never forget to stop or think about other things so that our heart is never become cold and dead.

PhD or work

Mini_helpwanted Guys aku butuh bantuan kalian buat kasih opini nieh… Buka di link berikut ini ya…

http://bramie.blogspot.com/2007/11/phd-or-work.html

Kalian boleh kasih comment disini atau di link tersebut… Terima kasih ^_^

Kulepas dikau, pahlawan Tugu_pahlawan_1
Ku relakan dikau berjuang,….
Demi keagungan negara…
Abraham, pergi….
Belajar jaya…………

Air mata berlinang, karena bahagia…
Putra pertama, kapan lahir?
Kupintakan nama,
Padamu, oh, Abraham….

(Syair lagu "PANTANG MUNDUR" -cipt: Titiek Puspa, dengan ‘banyak gubahan’ dari Christian A. Pramudia, seorang penyair terkenal yang tidak kalah dengan Titiek Puspa hahaha, untuk memberikan semangat belajar pada mas Abraham…hehehhe…)

Thanks ya…

感謝主

Che_pic_mod_5這一年半我很累,每天我需要一直學一直學,累得不得了。如果我忍不住的話,我應該很早就回家了。寫論文很困難的,我學的東西都是第一次學的所以可真困難。我不知道要問誰,因為大部分的台灣人不會說英文,我的中文也沒有現在那麼好的,真辛苦。所以我只好自己學。我一定用光了我的能力了,可是還不懂那些東西。好像我有太多不懂的東西。我告訴媽媽我不要忍了,我要回家。我說的不是真的,因為我知道我不是很容易罷手的人。

然後有一天媽媽提醒我有一首歌叫 “I know The Lord will make a way for me”。那首歌說我知道神給我開路的,只要我的生活聖潔。非常短的歌,可是對我來說有很深的意思。在MSN我看我媽說這句話的時候,我就開始禱告。感謝主,到現在我還可以忍,我也可以一點點懂我的論文要怎麼樣做。可是我還沒畢業,還要三個月才能畢業。這個經驗給我很多好處。

到底我還需要學很多東西。我還沒寫完我的論文。請大家幫我加油跟禱告﹗謝謝。。。(Chinese Version)

This last one and half year is the most tiring moment in my life, everyday I need to study and study, I am very tired. If I am not strong enough in facing this situation, I should have gone home now. Writing my master thesis is very difficult task to do, all of the things that I need to study are all the first time for me, so this is very… very… very difficult for me. I really don’t know who should I asked, since most Taiwanese can’t speak proper English, and my Chinese is not as good as now, very hard time for me. I had used all of my ability, strength, and time, but still I can’t understand how to solve my problem. It seems like there are too much things that I don’t understand. I told my mom that I want to go home, I can’t hold it anymore! Actually I don’t really mean that because I know I am not such a person that gives up easily.

One day after that my mom reminds me about one song called “I know the Lord will make a way for me”. That song says that we know that the Lord will make a way for me as long as we live a holy life and shun the wrong and do the right. A very short song it is, but it has a very deep meaning for me. I started to pray when my mom told it through MSN. Thanks Lord that I can stand and face everything until now, I also able to understand a little how to do my thesis. But still I haven’t graduated yet; I still need 3 months more to graduate. I think this experience has many advantages for me.

At last I still need to learn many things now. I also haven’t finished writing my thesis. I hope all of you can help me to support me and pray for me! Thank you…(English Version)

陳亞伯(Abraham Sutanto)

Older Posts »